Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Profil Ipda Mustofa Kanit Jatanras Polres Tanjung Perak
Semerusatunews.net, SURABAYA – Kekhawatiran masyarakat terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali menjadi perhatian di kawasan Surabaya Utara. Salah satu informasi yang diterima menyebut adanya kejadian kehilangan sepeda motor di kawasan Kalilom Lor Timur 1B, Surabaya, yang membuat warga kembali mempertanyakan keamanan lingkungan.
Informasi mengenai kejadian tersebut perlu mendapatkan penanganan dan pendalaman dari aparat kepolisian, khususnya jajaran Polsek Kenjeran dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, agar kasus dapat segera diungkap apabila laporan resmi telah dibuat oleh korban.
Pimpinan Media Semeru Satu News.net, Ardiansyach, meminta aparat kepolisian harus meningkatkan patroli dan segera menangkap pelakunya.
“Kami mendorong Kapolsek Kenjeran dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak agar segera melakukan penyelidikan apabila laporan korban sudah masuk. Pelaku harus diburu dan ditangkap sesuai hukum yang berlaku. Selain penindakan, patroli di kawasan yang rawan juga perlu ditingkatkan, terutama pada jam-jam yang dianggap rawan,” tegas Ardiansyach.
Kawasan Kalilom Lor Timur 1B berada di wilayah Kecamatan Kenjeran, Surabaya, yang masuk dalam wilayah hukum Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Informasi mengenai dugaan pencurian sepeda motor di lokasi tersebut menjadi perhatian karena kendaraan roda dua merupakan salah satu aset penting bagi masyarakat. Bagi sebagian warga, sepeda motor digunakan untuk bekerja, berdagang, mengantar anak sekolah hingga menunjang kebutuhan keluarga sehari-hari.
Apabila sepeda motor hilang akibat aksi kriminal, kerugian yang dialami korban bukan hanya sebatas nilai kendaraan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas dan perekonomian keluarga.
Oleh sebab itu, masyarakat berharap setiap laporan kehilangan kendaraan dapat segera ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan, pemeriksaan rekaman CCTV apabila tersedia, pengumpulan keterangan saksi, serta penelusuran terhadap kemungkinan jaringan pelaku dan penadah.
Curanmor Memang Menjadi Perhatian di Wilayah Kenjeran
Kekhawatiran tersebut tidak muncul tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, aparat Polsek Kenjeran memang mengungkap sejumlah perkara kriminal, termasuk kasus pencurian kendaraan bermotor.
Pada Juni 2026, Unit Reskrim Polsek Kenjeran berhasil mengungkap kasus curanmor di kawasan Jalan Tambak Wedi Lama. Polisi mengamankan seorang tersangka berinisial AR dan sepeda motor hasil curian dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian. Informasi tersebut disampaikan secara resmi oleh jajaran Polda Jawa Timur.
Sebelumnya, pada Mei 2026, kasus curanmor juga terjadi di Jalan Kedinding Lor, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. Dalam perkara tersebut, seorang pria berinisial MAM diamankan setelah diduga kepergok hendak membawa kabur sepeda motor milik warga.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa persoalan pencurian kendaraan bermotor memang perlu mendapatkan perhatian serius, meskipun setiap kasus tetap harus dilihat berdasarkan lokasi, waktu, modus dan hasil penyelidikan masing-masing.
Polisi Diminta Perkuat Patroli
Ardiansyach menilai langkah pencegahan tidak kalah penting dibandingkan penindakan setelah terjadi pencurian.
Baca juga: Sikat 3 jaringan Narkoba,AKP Adik Agus Putrawan "Tak Ada Tempat Bagi Bandar di Tanjung Perak!!"
Menurutnya, patroli kepolisian perlu dilakukan secara berkala dan menyasar kawasan permukiman, gang-gang yang minim penerangan, jalan penghubung antarkampung serta lokasi yang memungkinkan pelaku dengan mudah melarikan diri.
“Patroli harus benar-benar menyentuh kawasan permukiman. Jangan menunggu sampai ada korban baru dilakukan tindakan. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan bisa menjadi upaya pencegahan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Ardiansyach.
Dorongan tersebut juga sejalan dengan langkah preventif yang sebelumnya dilakukan Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polsek Kenjeran. Pada Juni 2026, personel gabungan melaksanakan pemeriksaan kendaraan di sekitar Pos Polisi Suramadu sebagai langkah antisipasi tindak pidana 3C, yakni curas, curat dan curanmor. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto.
Masyarakat Diminta Tidak Lengah
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan. Kendaraan sebaiknya diparkir di lokasi yang aman, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta memastikan pintu pagar rumah terkunci dengan baik.
Pemilik kendaraan juga disarankan menyimpan dokumen kendaraan dengan aman dan, apabila tersedia, memasang kamera pengawas (CCTV) yang mengarah ke area parkir.
Apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan, warga diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Polisi Diharapkan Segera Ungkap Jika Laporan Resmi Telah Dibuat
Pimpinan Media Semeru Satu News.net kembali menekankan pentingnya respons cepat aparat apabila benar telah terjadi pencurian kendaraan bermotor di Kalilom Lor Timur 1B.
Menurut Ardiansyach, pengungkapan kasus tidak hanya penting untuk memberikan keadilan kepada korban, tetapi juga untuk mengetahui apakah kejadian tersebut dilakukan pelaku secara individual atau berkaitan dengan jaringan pencurian kendaraan bermotor.
“Kami berharap laporan masyarakat benar-benar ditindaklanjuti secara profesional. Kalau ada CCTV, saksi atau bukti lain, semuanya harus ditelusuri. Kami juga berharap kendaraan korban bisa ditemukan dan pelaku diproses sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.
Semeru Satu News.net juga mendorong masyarakat untuk memberikan informasi yang dapat membantu kepolisian, namun informasi tersebut harus disampaikan melalui mekanisme resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi yang berhasil ditemukan dari Polsek Kenjeran atau Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengenai detail kejadian spesifik di Kalilom Lor Timur 1B. Karena itu, identitas korban, jenis kendaraan, waktu kejadian, kerugian serta identitas pelaku masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.
Yang jelas, maraknya laporan dan pengungkapan perkara kriminal di kawasan Kenjeran menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan membutuhkan kerja sama antara kepolisian dan masyarakat.
Warga berharap patroli rutin semakin ditingkatkan, sementara setiap laporan dugaan curanmor dapat segera ditindaklanjuti sehingga kawasan permukiman Surabaya Utara tetap aman dan kondusif.
(Red SemeruSatuNews.net)
Editor : Redaksi