Semerusatunews.net, Surabaya - Tersangka pencuri kursi besi fasilitas umum (fasum) milik Pemerintah Kota Surabaya mengaku mendapatkan ide mencuri kursi besi dari tukang loak.
"Dikasih tahu tukang loaknya Pak. Bisa sampai beratus-ratusan (ribu) itu kalau besi gitu. Total sudah tujuh kali (mencuri)," ucap tersangka N saat diinterogasi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie dalam akun instagramnya dilihat, Senin (10/8).
N mengku beraksi mencuri kursi besi yang ada di pinggir jalan dini hari atau pukul 01.00. Tersangka membawa ambulans klinik yang ada di tempat kerjannya sebagai sarana pengangkut. Dia mencari kursi besi yang bautnya sudah lepas atau keropos.
"Saya goyang-goyang. Kemudian saya angkat zig-zag. Ambulans saya deketin ke trotoar. Terus saya angkat satu kaki (kursi dulu) satu-satu terus dorong," terangnya. Pria asal Sumenep ini mengaku sengaja mengincar kursi besi karena di pinggir jalan dan tidak ada yang mengawasi. "Mikirnya kalau kursi kan di pinggir jalan itu Pak. Gampang gitu lo Pak," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap pelaku pencurian kursi besi fasilitas umum (fasum) milik Pemkot Surabaya yang hilang di beberapa titik jalan Kota Pahlawan.
Tersangka N, 30, warga Jalan Lenteng, Sumenep Madura yang tinggal di Surabaya. Kanitreskrim Polsek Gubeng Iptu Dwi Santoso saat dikonfirmasi membenarkan terkait penangkapan pelaku pencuri kursi besi milik Pemkot Surabaya.
"Ya. Inisial N, sudah kami tangkap. Dia pegawai salah satu klinik di Surabaya," ujarnya, Kamis (6/8).
Dijelaskan Dwi, pelaku melakukan pencurian kursi besi milik Pemkot Surabaya di beberapa titik. Di antaranya di Jalan Prof Dr Moestopo, Jalan Dr Soetomo, dan Jalan Embong Malang. Pelaku beraksi mencuri saat malam hingga dini hari.
"Tersangka mengangkut kursi besi menggunakan mobil ambulans klinik. Mobil dipakai karena kuncinya di situ (klinik), dia menggunakan tanpa sepengetahuan bosnya," terangnya.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku mencuri tidak langsung empat sekaligus. Pelaku sekali beraksi mencuri satu dan diangkut menggunakan ambulans. "Sementara beraksi sendiri. Masih dikembangkan," sebutnya.(Red)
Editor : Redaksi