Persebaya Sapu Bersih Fase Grup! Tumbangkan Port FC 2-1 di GBT, Bajul Ijo Juara Grup 2 dan Siap Hadapi Arema FC di Semif

Reporter : Redaksi

SURABAYA – Persebaya Surabaya memastikan diri sebagai juara Grup 2 Piala Presiden 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas wakil Thailand, Port FC, dalam laga penutup fase grup yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

 

Baca juga: Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel Amankan 47 Agenda Besar, Pengamanan Monas hingga GBK Jadi Prioritas

Ribuan Bonek dan Bonita yang memadati tribun GBT menjadi saksi perjuangan luar biasa skuad Bajul Ijo. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persebaya tampil penuh determinasi hingga akhirnya mengamankan poin sempurna sekaligus memastikan tiket ke babak semifinal sebagai pemuncak klasemen Grup 2.

 

Kemenangan ini mengantarkan Persebaya menghadapi rival abadinya, Arema FC, yang lolos sebagai runner-up Grup 1. Pertandingan semifinal yang diprediksi berlangsung panas tersebut dijadwalkan digelar pada hari Selasa mendatang dan dipastikan menjadi salah satu laga paling dinantikan pecinta sepak bola nasional.

 

Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Port FC memberikan perlawanan sengit dengan permainan cepat dan disiplin. Tim asal Thailand itu juga diperkuat mantan pemain kesayangan Bonek, Bruno Moreira, yang kembali menginjakkan kaki di Stadion Gelora Bung Tomo, kali ini sebagai lawan.

 

Babak pertama berlangsung sangat ketat. Kedua tim saling menyerang dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Persebaya terus mencoba membongkar pertahanan Port FC melalui permainan kombinasi yang diperagakan lini tengah dan sektor sayap.

 

Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-39 melalui aksi impresif Miguel Pereira. Gelandang kreatif Persebaya tersebut menunjukkan kualitas individunya dengan menggiring bola melewati celah pertahanan lawan sebelum bekerja sama apik dengan Koko Ari dan Malik Risaldi. Kolaborasi cepat tersebut sukses membongkar pertahanan Port FC hingga membawa Persebaya unggul 1-0 sebelum turun minum.

 

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Baru beberapa menit setelah kick-off, Persebaya berhasil menggandakan keunggulan. Francisco Rivera melepaskan umpan matang yang berhasil dimanfaatkan secara sempurna oleh Alex Martin menjadi gol kedua Bajul Ijo.

 

Unggul dua gol membuat Persebaya semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan. Namun Port FC tidak menyerah begitu saja. Tim tamu terus menekan hingga berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 sehingga pertandingan kembali berlangsung menegangkan.

Baca juga: Polres Bondowoso Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor , Satu Pelaku Ditangkap dan Satu Masuk DPO

 

Drama kembali terjadi ketika Bruno Moreira harus mengakhiri pertandingan lebih cepat. Mantan kapten Persebaya tersebut menerima kartu merah dari wasit setelah dianggap melakukan pelanggaran keras. Keputusan itu membuat Port FC harus bermain dengan sepuluh pemain hingga peluit panjang dibunyikan.

 

Keunggulan jumlah pemain mampu dimanfaatkan Persebaya untuk menjaga ritme permainan. Hingga laga berakhir, skor 2-1 tetap bertahan dan memastikan kemenangan penting bagi Bajul Ijo.

 

Usai pertandingan, Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengapresiasi perjuangan seluruh pemainnya. Menurutnya, kemenangan atas Port FC tidak diraih dengan mudah karena lawan memiliki kualitas yang sangat baik.

 

Baca juga: Polres Gresik Perketat Penjagaan Perbatasan Gresik–Surabaya, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution Pimpin Langsung KRYD

"Kemenangan ini tidak mudah. Port FC adalah tim yang kuat dan memberikan tekanan sepanjang pertandingan. Saya bangga dengan kerja keras para pemain yang mampu menjalankan strategi dengan baik hingga kami berhasil menjadi juara grup," ujar Bernardo Tavares.

 

Pelatih asal Portugal tersebut juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat puas. Menurutnya, tantangan berikutnya akan jauh lebih berat karena Persebaya akan menghadapi Arema FC dalam laga semifinal yang sarat gengsi.

 

Pertemuan Persebaya melawan Arema FC dipastikan menjadi duel klasik penuh tensi tinggi. Selain memperebutkan satu tiket menuju partai final Piala Presiden 2026, pertandingan ini juga mempertaruhkan harga diri dua klub besar asal Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang dalam persaingan sepak bola Indonesia.

 

Dengan status juara Grup 2 dan performa yang terus meningkat, Persebaya membawa modal positif menghadapi laga hidup mati tersebut. Dukungan penuh Bonek dan Bonita diharapkan kembali menjadi energi tambahan bagi Bajul Ijo untuk melangkah ke partai final dan menjaga asa meraih gelar juara Piala Presiden 2026.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru