14 Guru SMK Jatim Lolos Magang ke Jerman, Aries Agung Paewai: Jangan Pulang Hanya Bawa Sertifikat

Reporter : Redaksi

 

SEMERUSATU NEWS.NET, SURABAYA — Sebanyak 14 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Jawa Timur terpilih mengikuti Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 di Jerman. Jumlah tersebut menjadi salah satu capaian penting bagi pendidikan vokasi Jawa Timur karena dari total 50 guru SMK yang terpilih secara nasional, 14 di antaranya berasal dari Jawa Timur.

Baca juga: Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Tegaskan Tak Ada Pungutan dalam SPMB SMA/SMK Negeri.

 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, proporsi guru asal Jawa Timur yang berhasil lolos menunjukkan bahwa kualitas tenaga pendidik vokasi di daerah tersebut semakin kompetitif.

 

“Kami tentu sangat bangga. Dari 50 guru SMK yang terpilih se-Indonesia, 14 di antaranya berasal dari Jawa Timur. Ini bukan jumlah yang kecil,” kata Aries di Surabaya, Selasa.

 

Menurut Aries, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para guru yang terpilih, tetapi juga menjadi gambaran bahwa pembinaan pendidikan vokasi di Jawa Timur terus mengalami perkembangan.

 

Ia menilai guru SMK memiliki posisi strategis dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui pembelajaran dan pengalaman langsung di lingkungan pendidikan maupun industri internasional.

 

Bukan Sekadar Prestasi Pribadi

 

Aries menekankan agar kesempatan mengikuti magang di Jerman tidak dipandang sebatas penghargaan atau prestasi individual.

 

Para guru yang terpilih, kata dia, memiliki tanggung jawab lebih besar setelah kembali ke Jawa Timur. Pengalaman yang diperoleh selama berada di Jerman harus ditransformasikan menjadi pengetahuan dan praktik yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

 

“Saya berpesan kepada 14 guru ini, jangan hanya membawa pulang sertifikat internasional. Bawa pulang standar dunia untuk Jawa Timur,” tegas Aries.

 

Ia meminta para peserta memanfaatkan program tersebut untuk mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan vokasi, mulai dari teknologi, metode pembelajaran, budaya kerja hingga pola pengembangan kompetensi peserta didik.

 

“Bawa pulang ilmu, teknologi, budaya kerja, disiplin, produktivitas, inovasi, dan cara berpikir baru,” ujarnya.

 

Diharapkan Menjadi Penggerak Transformasi SMK

 

Kesempatan magang di luar negeri tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengalaman masing-masing peserta. Para guru diharapkan mampu menjadi penggerak peningkatan kualitas pendidikan vokasi setelah kembali ke sekolah.

Baca juga: Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,Aries Agung Paewai Tegaskan Strategi Pembinaan Siswa.

 

Transfer pengetahuan menjadi salah satu aspek penting. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program dapat dikembangkan melalui pembelajaran kepada sesama guru, penguatan kurikulum, pengembangan praktik kerja siswa, maupun peningkatan kerja sama antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri.

 

Dengan demikian, program magang luar negeri tidak hanya menghasilkan guru yang memiliki pengalaman internasional, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan terhadap ekosistem pendidikan vokasi di Jawa Timur.

 

14 Guru dari Berbagai Daerah

 

Ke-14 guru yang terpilih berasal dari SMK negeri maupun swasta yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Mereka menjadi bagian dari 50 guru SMK dari seluruh Indonesia yang mendapatkan kesempatan mengikuti program magang di Jerman pada 2026.

 

Program tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

 

Keterlibatan guru dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kesempatan peningkatan kompetensi tidak hanya terpusat pada satu wilayah, tetapi menjangkau tenaga pendidik vokasi dari sejumlah kabupaten/kota.

 

Baca juga: Dugaan Maladministrasi di SMKN 1 Labang Nilai Rapor Diduga Dikerjakan Satu Orang hingga Siswa Gagal Ikut Tes Masuk Kulia

Bagi Jawa Timur, capaian 14 guru tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat agenda peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Terlebih, SMK memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan kewirausahaan.

 

Standar Internasional untuk Pendidikan Vokasi Jatim

 

Aries berharap pengalaman para guru selama mengikuti program di Jerman nantinya dapat memberikan perubahan nyata di lingkungan sekolah.

 

Menurutnya, ukuran keberhasilan program tidak berhenti pada berapa banyak guru yang memperoleh sertifikat atau pengalaman internasional. Yang lebih penting adalah sejauh mana pengetahuan tersebut mampu diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi siswa.

 

Para guru juga diharapkan dapat membawa perspektif baru mengenai kedisiplinan, produktivitas, inovasi, teknologi dan budaya kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.

 

Jika pengalaman tersebut berhasil ditransformasikan ke dalam proses pembelajaran, maka manfaat program magang tidak hanya dirasakan oleh 14 guru peserta, tetapi dapat dirasakan oleh sekolah, guru lainnya dan terutama peserta didik SMK di Jawa Timur.

 

Capaian 14 guru dari Jawa Timur dalam program magang internasional 2026 ini pun menjadi sinyal bahwa kualitas guru vokasi di Jawa Timur semakin diperhitungkan secara nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengalaman internasional tersebut benar-benar menjadi energi baru untuk memperkuat pendidikan vokasi dan meningkatkan daya saing lulusan SMK di tengah tuntutan dunia kerja yang terus berubah.(RED)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru