Semerusatu news.net, Surabaya - Polisi memastikan upaya pengejaran Erlan, pria terduga pembunuh Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50) yang tertangkap CCTV Bandara Juanda menyopiri kendaraan dinas korban masih terus dilakukan. Perburuan Erlan dilakukan hingga ke luar Jatim.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan perburuan pada Erlan dilakukan ke sejumlah provinsi di luar Jawa Timur. Menurut dia, tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polresta Sidoarjo, Jatanras Polda Jatim, dan Bareskrim Mabes Polri telah disebar untuk menyisir tempat persembunyian pria tersebut.
"Tim gabungan masih mengejar di luar Jatim," kata Jumhur kepada awakmedia, Jumat (7/8/2026).
Dia meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan atau mengetahui keberadaan pria dengan ciri-ciri seperti Erlan. Menurut dia, sekecil apapun informasi yang diperoleh, pihaknya akan segera menindaklanjuti.
"Mohon dukungan dan doa ya agar bisa segera kami amankan," ujarnya.
Baca juga: Dua perwira Jatanras Polda Jatim Mendapat penghargaan dari PWI
Sebelumnya, Kuasa Hukum Keluarga Ruly Yunis, Risang Bima Wijaya menyatakan bahwa perburuan terhadap Erlan tengah dilakukan pihak kepolisian hingga ke kawasan Tasikmalaya, Jawa Tengah, Bali, hingga Jakarta. Namun hasilnya masih nihil.
"Informasi yang kami terima, jejaknya pernah mengarah ke beberapa wilayah, seperti Tasikmalaya, Jawa Tengah, Bali, hingga Jakarta. Namun, saat dilakukan penelusuran, hasilnya selalu nihil," ujarnya
Lamanya masa pelarian Erlan membuat pihak keluarga menyimpulkan bahwa pria yang sedang buron meski belum ditetapkan tersangka itu tidak bergerak seorang diri. Ada dugaan kuat bahwa pergerakan dan sembunyinya Erlan disokong oleh orang terdekat.
"Kami menduga ada pihak yang membantu menyembunyikan keberadaannya. Kalau melihat situasinya, dugaan yang paling kuat adalah adanya bantuan dari orang-orang terdekat. Sebab, tidak mudah bagi seseorang untuk terus berpindah tempat tanpa dukungan pihak lain," tambahnya.
(Ard)
Editor : Redaksi