x Selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 81
x Selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 81

Sengketa Lahan Kupang Segunting Memanas, Waluyo dan Diana Maharani Saling Lapor ke Polrestabes Surabaya

Avatar Redaksi

Opini

Semerusatunews.net, Surabaya –  Sengketa kepemilikan lahan di Jalan Kupang Segunting III Nomor 48–50, Surabaya, kini memasuki ranah pidana. Kedua belah pihak diketahui saling melaporkan ke Polrestabes Surabaya terkait dugaan tindak pidana yang masing-masing mereka laporkan.

 

Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi, Waluyo telah membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Surabaya dengan Surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Masyarakat (STTLPM) Nomor: 975/VII/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya, tertanggal 29 Juli 2026.

 

Dalam laporannya, Waluyo melaporkan Diana Maharani atas dugaan pemalsuan surat dan/atau memberikan keterangan palsu serta penyerobotan tanah. Waluyo mengaku sebagai ahli waris sah dari almarhum M. Yasin bin Mustakim selaku cucu (ahli waris pengganti) almarhum Mustakim bin Reboe berdasarkan putusan Pengadilan Agama Surabaya.

 

Menurut uraian laporan, Waluyo memperoleh kuasa penuh dari para ahli waris untuk mengurus harta warisan, termasuk objek tanah yang menjadi sengketa. Ia menduga terbitnya sertifikat atas nama Diana Maharani dilakukan melalui dokumen atau keterangan yang dipersoalkan keabsahannya, sehingga dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

 

Di sisi lain, Satreskrim Polrestabes Surabaya juga telah menerbitkan Surat Permintaan Keterangan kepada Waluyo dalam perkara yang dilaporkan oleh Diana Maharani.

 

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa penyidik Unit Idik II/Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya sedang melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat, kekerasan terhadap orang dan/atau barang, pengrusakan, serta memasuki pekarangan tanpa izin, yang diduga terjadi pada 17 Juli 2026 di lokasi yang sama.

 

Penyidik meminta Waluyo hadir memberikan keterangan pada Jumat, 31 Juli 2026, di Ruang Unit Idik 2 Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya sebagai bagian dari proses penyelidikan.

 

Dengan adanya dua laporan tersebut, perkara sengketa lahan di Kupang Segunting kini berkembang menjadi saling lapor (cross report). Masing-masing laporan akan diproses secara terpisah oleh penyidik berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, dan dokumen yang diajukan para pihak.

 

Saat dikonfirmasi pada Selasa (27/7), Hendra Sihombing selaku kuasa hukum Waluyo membenarkan bahwa sosok yang terlihat dalam video cekcok tersebut adalah dirinya dan kuasa hukum Diana Maharani bukan ormas.

 

“Benar, itu adalah saya,” ujar Hendra kepada wartawan.

 

Menurut Hendra, permasalahan yang terjadi merupakan sengketa kepemilikan lahan, bukan sengketa penguasaan lahan.

 

Ia mengklaim kliennya sebelumnya telah menguasai lokasi tersebut. Namun, menurutnya, kliennya kemudian diminta meninggalkan lokasi oleh Soegiarto.

 

“Yang terjadi adalah sengketa kepemilikan lahan, bukan penguasaan lahan. Klien kami sebelumnya sudah menguasai lokasi tersebut, namun kemudian diminta pergi oleh warga dan kami tanpa membawa ormas manapun,” katanya. Hendra juga menambahkan bahwa perkara tersebut masih dalam proses hukum.

 

Ia menambahkan bahwa perkara tersebut masih berproses secara hukum dan meminta seluruh pihak menghormati mekanisme yang sedang berjalan.

 

Hendra juga berharap aparatur pemerintah mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga Pemerintah Kota Surabaya dapat bersikap netral dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

Menurutnya, setiap pihak yang memiliki dasar hukum dan legalitas harus memperoleh pelayanan yang sama tanpa adanya keberpihakan, sembari menunggu kepastian hukum melalui proses yang sedang berlangsung.

 

Sebagai informasi, perkara ini masih berada pada tahap penyelidikan dan penanganan di Polrestabes Surabaya. Seluruh pihak tetap memiliki hak yang sama untuk menyampaikan keterangan, alat bukti, maupun dokumen pendukung sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi lanjutan secara berimbang setelah terdapat perkembangan resmi dari penyidik maupun para pihak terkait.

Artikel Terbaru
Minggu, 13 Sep 2026 08:24 WIB | Hukum dan Kriminal

Belasan Calon Jemaah Umrah Asal Situbondo Gagal Berangkat, Di Duga PT Kiswah Haramain Travelindo  Lakukan Penipuan

  Semerusatu news.netSITUBONDO — Belasan calon jemaah umrah asal Kabupaten Situbondo menyatakan kecewa dan keberatan setelah gagal berangkat ke Tanah Suci. Me ...
Sabtu, 12 Sep 2026 19:38 WIB | Hukum dan Kriminal

Kapolda Jatim memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Mako Brimob di Pasuruan.

  Semerusatunews.net, Pasuruan - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memulai pembangunan Markas Komando (Mako) Kompi 2 Batalyon B Pelopor di Pasuruan. ...
Sabtu, 12 Sep 2026 12:16 WIB | Hukum dan Kriminal

Polsek Wonocolo Sigap Tangkap Penipuan Berkedok Sewa Sepeda Motor di Graha BNI Siwalan Kerto

  Semerusatunews.net, SURABAYA — Polsek Wonocolo berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok sewa sepeda motor yang merugikan warga di kawasan Siwalan Kerto, S ...
Jumat, 11 Sep 2026 12:20 WIB | Hukum dan Kriminal

KASAT RESKRIM POLRESTA SIDOARJO RAIH PENGHARGAAN NASIONAL DARI MABES POLRI.

  Semerusatunews.net, SIDOARJO — Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra Suma, menerima penghargaan nasional dari Markas ...
Jumat, 11 Sep 2026 09:29 WIB | Hukum dan Kriminal

Sidang Pengeroyokan oleh Yusuf dan Poerwantoro Kembali Ditunda, Kakak Korban Minta Hukuman Setimpal

  Semerusatunews.net, Surabaya – Sidang perkara dugaan pengeroyokan terhadap Louis Prasetya kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (9/9/2026). Ag ...
Jumat, 11 Sep 2026 08:57 WIB | Politik dan Pemerintahan

Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang Siapkan Desk Evaluasi dan Verifikasi Lapang WBK-WBBM.

  Semerusatunews.net, JOMBANG — Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang terus mematangkan persiapan dalam menghadapi tahapan Desk Evaluasi dan Verifikasi Lapang Zo ...