x semerusatunews.net skyscraper
x semerusatunews.net skyscraper

Sarasehan IKA UINSA Malah Munculkan Calon Rektor dari Kalangan Guru Besar Perempuan

Avatar Redaksi

News

NUSABARU – Acara sarasehan yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Sunan Ampel (IKA UINSA) Kamis (5/3/2026) malam menjadi ajang kampanye bakal calon rektor. 

Sembilan guru besar UINSA mendapat kesempatan untuk memaparkan visi misinya di hadapan sekitar 250 alumni yang memadati aula Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Timur. 

Dari Sembilan guru besar yang tampil di acara sarasehan IKA UINSA, ada tiga orang yang pernah menjabat sebagai Rektor UINSA. Masing-masing Prof Nur Syam MSi yang juga pernah menjabat sebagai Sekjen Kemenag RI, tapi posisinya hanya sebagai pemantik diskusi karena paling senior dan sudah tidak bisa mencalonkan karena faktor usia. Kedua Prof Masdar Hilmy, mantan rektor UINSA 2018-2022, yang sekarang menjabat sebagai direktur Pascasarjana UINSA. Ketiga, Prof Ahmad Muzakki, yang menjabat rektor sejak 1 Juni 2022 dan akan berakhir tahun ini.

Selain itu, ada empat guru besar wanita yang juga tampil menyemarakkan acara sarasehan ini. Masing-masing Prof Evi Fatimatur Rusydiyah, Prof Husniyatus Salamah Zainiyati, Prof Zumroatul Mukaffa dan Prof Titik Triwulan Tutik.

 ‘’Di era Menteri Agama sekarang, banyak guru besar wanita yang menjadi rektor PTKIN. Jadi, peluangnya sangat terbuka lebar,’’ ujar Ismail Nachu, pembina IAKA UINSA, mengomentari banyaknya kandidat dari kalangan wanita.

Dari sembilan guru besar yang diberi kesempatan menyampaikan visi misinya untuk memajukan UINSA ke depan, hanya Prof Rubaidi yang terang-terangan menyatakan diri bakal maju menjadi calon rektor. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat ini merasa terpanggil karena kampusnya sangat tertinggal dalam produktivitas karya ilmiah dibandingkan kampus PTKIN yang lain.

‘’Bila diukur dari sisi produktivitas karya ilmiah, UINSA berada di urutan 6. Padahal secara positioning dan ekstensing, UINSA berada di kota terbesar kedua di Indonesia. Ini yang membuat salah satu keprihatinan saya sekarang,’’ tukas guru besar bidang Ilmu Tasawuf.

Kecemasan lainnya disampaikan Prof Muhibbin Zuhri, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Menurut mantan ketua PCNU Surabaya, institusi perguruan tinggi sekarang sudah menjauh dari khittahnya (garis besar perjuangannya).

 Perguruan tinggi sudah dijadikan industri barang dan jasa. Kapitalisme sudah merambah institusi perguruan tinggi. Mereka berlomba-lomba memperbanyak mahasiswa dengan menaikkan biaya kuliah.

‘’UIN yang seharusnya mencetak sarjana berwawasan agama mulai bergeser dari khittahnya. Agar tidak terus menjauh dari asalnya, diperlukan kepemimpinan transformatif yang tidak berorientasi pada misi kapitalis semata,’’ sindirnya.

Kritikan tak kalah pedas juga datang dari mantan rektor UINSA Prof Masdar Hilmy. Menurutnya

arah dan visi pendidikan tidak bisa dimonopoli satu pemikiran individu yang terputus dengan koneksi yang ada di luar kampus. 

Salah satunya dengan para alumni. Visi UINSA ke depan harus banyak mengakomodir untuk merumuskan hal-hal penting bersama IKA UINSA. Kolektivitas ini penting untuk menghadapi tantangan di era transformatif.

‘’Kebersamaan UINSA dengan alumninya sangat penting untuk membangun kampus. Misalnya soal bagaimana konstruksi kurikulumnya, perlunya integrasi dan hilirisasi dalam berbagai bidang yang perlu diwujudkan bersama. Pokoknya, Bersama Kita Bisa,’’ tegasnya.

Dosen senior Prof Nur Syam lebih fokus menyoroti kurikulum dan kontribusi guru besar yang ada di kampus. Agar kurikulum bisa berdampak kepada alumni, perlu ada revolusi kurikulum yang harus dilakukan dan dikembangkan oleh kampus. 

Terutama terkait dengan konteks menyiapkan alumni menjalani kehidupan di tengah arus transformasi digital. Termasuk bagaimana mengintegrasikannya dengan AI (kecerdasan buatan).

Nur Syam juga mengkritik keberadaan guru besar yang tidak banyak memberi kontribusi positif terhadap kampus. Keberadaan mereka tak ubahnya dengan gedebog (batang pohon pisang). 

Menurutnya, sekarang di kampus banyak profesor gedebog. ‘’Yaitu profesor yang setelah dikukuhkan selanjutnya tidak pernah berkontribusi ke kampus maupun masyarakat luas. Ini menjadi tugas pimpinan kampus yang transformative,’’ harapnya.

Sedang Rektor UINSA Prof Ahmad Muzakki menyampaikan paparannya dengan singkat.  Menurutnya, bila kampus ingin naik kelas ada tiga kata kunci yang harus dikedepankan. Yaitu, adaptasi, inovasi dan distingsi.

 ‘’Sebagai keluarga besar UINSA, kita tidak boleh kehilangan basis intelektual kita. Diantaranya, semua dosen wajib menguasai kitab kuning,’’ tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IKA UINSA Dr. Ida Fauziyah mengungkapkan, sarasehan ini bertujuan untuk menampung masukan dalam rangka menguatkan eksistensi UINSA sebagai pusat keunggulan global. Terutama untuk pemimpin kampus mendatang. Karena itu, tema yang diangkat di acara sarasehan ini adalah Menjaga Marwah Menguatkan arah UINSA sebagai Pusat Keunggulan Global dan Kepemimpinan Transformasi.

‘’Kalau kemudian ada yang mengaitkan sarasehan ini dengan agenda suksesi kepemimpinan di UINSA ya silakan,’’ papar mantan Menteri Ketenagakerjaan periode 2019-2024.

Ida Fauziyah berharap, siapapun rektor yang nantinya terpilih harus bersinergi dengan IKA UINSA. ‘’Jangan hanya menjadikan para alumni yang ternaungi dalam wadah IKA UINSA sebagai bagian dari masa lalu saja, tapi jadikan potensi dan patner strategis di masa depan,’’ tandasnya disambut aplaus tepuk tangan para hadirin. 

Hal senada juga diungkapkan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendis Kementerian Agama RI Prof Dr Phil Sahiron MA yang membuka acara sarasehan mewakili Menteri Agama. 

‘’Alumni harus dirangkul dan diajak bersama untuk berkontribusi positif dalam mengembangkan perguruan tinggi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik,’’ tandasnya. (Red)

Artikel Terbaru
Sabtu, 07 Mar 2026 05:00 WIB | News

Pastikan Keselamatan Berkendara, JPT Laksanakan Uji Kekesatan dan Ketidakrataan Jalan Tol Gempol–Pandaan

NUSABARU - PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT) terus upayakan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di ruas jalan tol Gempol-Pandaan, dengan melakukan pengujian ...
Jumat, 06 Mar 2026 13:04 WIB | News

Jelang Idul Fitri dan Nyepi, Polisi Pantau Pasokan Pangan dan Awasi Penimbunan

NUSABARU – Satuan Tugas (Satgas) Pangan memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan harga bahan pokok di berbagai daerah menjelang Hari Besar Keagamaan N ...
Kamis, 05 Mar 2026 14:10 WIB | News

Perkuat Aspek Bantuan Pelayanan, PT Jasamarga Pandaan Tol Hadirkan Derek Gratis 24 Jam

NUSABARU - Dalam rangka memastikan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta meningkatkan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas, PT Jasamarga ...
Kamis, 26 Feb 2026 20:47 WIB | Politik dan Pemerintahan

Pemkot Surabaya dan Pemkot Batam Perkuat Sinergi, Teken Kerjasama Digitalisasi hingga Kesehatan

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima kunjungan kerja jajaran perangkat daerah (PD) Pemkot Batam di ruang sidang wali kota, Balai Kota ...
Kamis, 26 Feb 2026 12:17 WIB | Politik dan Pemerintahan

132.364 Perusahaan Jatim Tercatat Patuh Mendaftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan

NUSABARU – Upaya dan kerja keras Pemprov Jawa Timur dalam mewujudkan lingkungan kerja yang sehat membuahkan hasil membanggakan.  Berdasarkan data Kementerian K ...
Rabu, 25 Feb 2026 15:17 WIB | Hukum dan Kriminal

Dijerat Pasal Perlindungan Anak, Bripda Masias Penganiaya Bocah hingga Tewas Terancam 15 Tahun Penjara

NUSABARU – Divisi Humas Polri menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses penegakan hukum dalam kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Tual, M ...