Kapolres Probolinggo Kota Soroti Kualitas Bahan Pangan Untuk Program MBG

Reporter : Redaksi

Semerusatunews.net, Probolinggo - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Kapolres Probolinggo Kota Rico Yumasri menegaskan pentingnya menjaga kualitas, keamanan, dan standar gizi makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat.

 

Baca juga: Laka Tunggal Di Krucil Berujung Penyelidikan Narkotika, Polisi Amankan Satu Orang Dan Sabu 2,3 Gram.

Pesan tersebut disampaikan AKBP Rico Yumasri dalam kegiatan bersama Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI), yang membahas penguatan pengawasan serta tata kelola pelaksanaan Program MBG di Kota Probolinggo.

 

 

Menurut Rico, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang didistribusikan, tetapi juga dari kualitas pangan yang diterima masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok sasaran utama program tersebut.

 

Ia meminta seluruh relawan, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pihak penyedia bahan baku untuk mengedepankan tanggung jawab moral dalam setiap proses penyediaan makanan.

 

 

“Relawan harus memiliki kepedulian tinggi dalam menyiapkan makanan. Prinsipnya, makanan yang disajikan harus diperlakukan seperti makanan yang diberikan kepada anak sendiri, sehingga kualitas, kebersihan, dan kandungan gizinya benar-benar terjaga,” ujar Rico.

 

Dalam kesempatan itu, Polres Probolinggo Kota dan GAPEMBI juga sepakat memperkuat pola pengawasan terhadap seluruh rantai distribusi program, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

 

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan makanan yang disalurkan memenuhi standar keamanan pangan, higienitas, dan nilai gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Rico menegaskan pengawasan tidak hanya difokuskan pada proses pengolahan makanan, tetapi juga terhadap para pemasok bahan pangan yang terlibat dalam program tersebut.

Baca juga: Polres Probolinggo Ungkap Kejahatan Jalanan dan Peredaran Miras Lintas Daerah, Amankan Sejumlah Tersangka 

 

 

Menurutnya, kualitas bahan baku menjadi faktor utama yang menentukan mutu makanan yang diterima masyarakat.

 

“Kami ingin memastikan seluruh supplier mengutamakan kualitas bahan makanan. Jangan sampai ada pihak yang mengabaikan standar kualitas hanya demi mengejar keuntungan,” tegasnya.

 

Selain aspek kualitas pangan, pengawasan terhadap sumber daya manusia yang terlibat dalam program juga menjadi perhatian. GAPEMBI meminta adanya dukungan kepolisian untuk memastikan seluruh pengelola dan relawan yang terlibat dalam Program MBG bebas dari penyalahgunaan narkotika.

 

 

Baca juga: Bongkar Mafia BBM Subsidi, Satreskrim Polres Probolinggo Diganjar Penghargaan Kapolda Jatim.

 

“Kami berharap ada pengawasan yang ketat terhadap potensi penyalahgunaan narkoba agar tidak mengganggu kinerja pengelola maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Kolaborasi antara kepolisian dan GAPEMBI diharapkan dapat memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sehingga berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

 

Program MBG sendiri menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, menekan angka stunting, serta mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.

 

Dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap kualitas pangan, rantai distribusi, dan sumber daya manusia yang terlibat, pelaksanaan program diharapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program prioritas nasional tersebut. (Red)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru