Unit Resmob Polresta Sidoarjo Ringkus komplotan Begal Motor 18 TKP, Satu Pelaku Di tembak.

Reporter : Redaksi
Dok : semerusatunews.net

Semerusatunews.net, Sidoarjo - Tim Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap empat anggota komplotan begal motor yang selama ini meresahkan masyarakat. Penangkapan itu dilakukan pada akhir Bulan Juni.

 

Baca juga: Evy Susantie : Tuntut APH Tangkap Pelaku Terkait Tantangan Hafalan Al Quran Berhadiah Minuman Miras 

Dari empat pelaku yang diamankan, satu orang yang diduga menjadi otak komplotan terpaksa ditembak karena melawan saat proses pengembangan kasus.

 

Kanit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo Iptu M. Rofik mengatakan, pelaku berinisial H merupakan otak komplotan yang telah berulang kali beraksi di wilayah Sidoarjo. Polisi mengambil tindakan tegas dan terukur setelah H berusaha melawan petugas.

 

"H merupakan otak komplotan. Saat dilakukan pengembangan, yang bersangkutan berusaha melawan sehingga anggota memberikan tindakan tegas terukur," kata Rofik 

 

Berdasarkan hasil penyelidikan, komplotan tersebut diduga telah melakukan aksi begal di 18 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di wilayah Sidoarjo.

 

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memiliki modus dengan menuduh korban telah melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan. Saat korban panik dan ketakutan, pelaku kemudian merampas sepeda motor milik korban sebelum melarikan diri.

 

Dari empat pelaku yang ditangkap, dua di antaranya juga diduga terlibat dalam kasus begal motor di wilayah Surabaya. Karena itu, keduanya dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

 

Rofik menyebut komplotan tersebut dikenal kerap berpindah-pindah lokasi saat beraksi sehingga menyulitkan proses pengungkapan.

 

"Saat ini anggota kami masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku begal motor maupun curanmor lainnya yang masih meresahkan masyarakat," tegasnya.

 

Keempat pelaku kini diamankan di sel tahanan Polresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.(Red)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru