Surabaya. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat melalui kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al Hikmah, Gayungsari, Surabaya, Sabtu (24/10/2026) dini hari. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus membahas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan yang dimulai pukul 03.30 WIB tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara kepolisian dan ulama. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat.
“Polri harus lebih dekat dengan masyarakat. Kita harus memahami persoalan di akar rumput, lalu duduk bersama mencari solusi,” kata Dekananto.
Ia menegaskan, kehadiran polisi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap anggota diminta menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas.
Dekananto juga mengingatkan jajarannya agar tidak melakukan tindakan yang menyakiti hati atau merugikan masyarakat. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat anggota yang bertindak di luar ketentuan serta membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kritik dan masukan.
Menurutnya, setiap pelanggaran yang terbukti dilakukan anggota kepolisian akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
Dalam dialog bersama jamaah, Dekananto menyoroti peredaran narkotika yang mengancam generasi muda. Ia meminta dukungan masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
“Kami butuh dukungan informasi dari warga. Jika melihat peredaran narkoba, segera laporkan. Kami akan tindak tegas hingga penelusuran aset hasil kejahatan,” ujarnya.
Selain narkoba, Kapolda Jatim juga menekankan pentingnya penanganan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan kekerasan (curas). Ia meminta seluruh jajaran menindaklanjuti laporan masyarakat secara serius, tanpa memandang besar atau kecilnya nilai kerugian yang dialami korban.
“Bagi masyarakat kecil, kehilangan barang dengan nilai tertentu sangat memukul ekonomi mereka. Karena itu, setiap laporan wajib ditangani serius,” tegasnya.
Dekananto mengakui keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan optimal. Meski demikian, ia memastikan jajaran kepolisian akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan merespons laporan warga dengan sungguh-sungguh.
Persoalan ketertiban lingkungan juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Dekananto menanggapi keluhan warga mengenai penggunaan pengeras suara bervolume tinggi atau yang dikenal dengan istilah sound horeg.
Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menertibkan penggunaannya sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga kegiatan masyarakat tetap dapat berjalan tanpa mengganggu ketenangan lingkungan.
Melalui kegiatan Subuh Keliling, Dekananto berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin terbuka. Ia menilai masukan langsung dari warga penting untuk menentukan langkah penanganan persoalan keamanan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Melalui Subuh Keliling ini, kami berharap sumbatan komunikasi bisa mencair. Masukan langsung dari warga adalah energi kami untuk menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” tutupnya.
Editor : Redaksi