Dugaan Gratifikasi Rekrutmen AMT Sesama AMT Hingga Puluhan Juta di Surabaya Mencuat

Reporter : Redaksi

Surabaya — Di lansir dari media Suaratempo.com, Dugaan adanya praktik pembayaran sejumlah uang dalam proses rekrutmen Awak Mobil Tangki (AMT) kembali mencuat di Surabaya. Informasi tersebut muncul dari kesaksian seorang mantan AMT yang mengaku pernah diminta menyiapkan uang hingga puluhan juta rupiah agar dapat mengikuti dan lolos dalam proses penerimaan AMT.

 

Baca juga: ‎Gudang Diduga Penampungan Solar Mendadak Kosong Usai Dilaporkan, Ada Apa?

Mantan AMT tersebut mengungkapkan, tawaran pekerjaan sebagai AMT pernah datang dari seseorang yang juga berstatus sebagai AMT. Namun, menurut pengakuannya, kesempatan tersebut disertai permintaan sejumlah uang dengan alasan agar dirinya dapat melewati tahapan seleksi hingga diterima bekerja.

 

“Saya dulu ditawar pekerjaan jadi AMT di Surabaya, tetapi harus bayar uang puluhan juta agar bisa lolos dari tahap seleksi dan diterima jadi AMT. Uangnya saya transfer kepada oknum AMT itu juga,” ujar mantan AMT tersebut sambil menunjukkan bukti transaksi yang diklaim berkaitan dengan pembayaran tersebut.

 

Menurut sumber tersebut, transaksi dilakukan melalui transfer sehingga terdapat jejak perbankan yang, apabila diperlukan, dapat menjadi bahan untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.

 

Ia berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius, khususnya dari pihak yang memiliki kewenangan dalam proses rekrutmen AMT. Menurutnya, proses penerimaan tenaga kerja semestinya dilakukan secara transparan berdasarkan persyaratan dan kompetensi calon pekerja, bukan berdasarkan kemampuan membayar sejumlah uang.

 

Dugaan praktik tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang mengetahui atau terlibat dalam proses perekrutan. Namun, sejauh ini belum dapat dipastikan apakah pembayaran yang disebut oleh sumber tersebut merupakan bagian dari mekanisme resmi atau justru dilakukan secara pribadi oleh oknum tertentu.

 

Baca juga: Tagline “Polisi untuk Masyarakat” Dipertanyakan, Dugaan Judi Sabung Ayam dan Dadu di Kalicabean Kembali Beropera

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, diperlukan penelusuran lebih lanjut terhadap bukti transaksi, komunikasi antara pihak yang menawarkan pekerjaan dengan calon AMT, serta mekanisme resmi rekrutmen yang berlaku.

 

Konfirmasi dan Klarifikasi

 

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai dugaan permintaan uang dalam proses rekrutmen tersebut masih merupakan keterangan dari sumber yang mengaku sebagai mantan AMT. Belum ada kesimpulan resmi mengenai adanya tindak pidana gratifikasi, suap, atau pungutan dalam proses rekrutmen AMT.

 

Baca juga: Wadir Binmas Polda Jatim Disorot, Diduga Live TikTok Pakai Seragam Dinas di Lingkungan Kantor Tuai Pertanyaan Etika

Pihak perusahaan maupun pihak-pihak yang disebut dalam keterangan sumber juga perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi mengenai mekanisme rekrutmen, biaya resmi apabila ada, serta dugaan transaksi yang disampaikan oleh sumber.

 

Jika terbukti terdapat permintaan atau pemberian uang yang bertentangan dengan ketentuan rekrutmen, persoalan tersebut tentu perlu ditelusuri melalui mekanisme hukum dan pemeriksaan internal sesuai kewenangan masing-masing pihak.

 

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan informasi ini.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru