Semerusatunews.net, Surabaya — Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur melalui program sosial “Luthfie.Daily Berbagi”. Sebanyak 150 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan di tiga wilayah Kota Surabaya, yakni Kecamatan Tegalsari, Gubeng, dan Wonokromo.
Program tersebut merupakan gagasan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim, kegiatan penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, dengan tiga lokasi sasaran. Masing-masing lokasi mendapatkan alokasi 50 paket sembako, sehingga total bantuan yang disiapkan mencapai 150 paket.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan pendekatan langsung atau jemput bola. Jajaran Polrestabes Surabaya, khususnya Sat Binmas, menyambangi permukiman warga untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
Tiga titik penyaluran tersebut meliputi kawasan Kampung Malang Kulon, Kecamatan Tegalsari; Nginden Kota, Kecamatan Gubeng; serta Jagir Sidomukti, Kecamatan Wonokromo.
Di Kampung Malang Kulon, bantuan antara lain diberikan kepada keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk keluarga yang memiliki anak dengan kebutuhan perawatan kesehatan khusus.
Penyaluran kemudian berlanjut ke kawasan Nginden Kota. Di lokasi tersebut, bantuan juga menyasar keluarga dengan kebutuhan khusus serta warga kurang mampu di lingkungan sekitar.
Sementara di kawasan Jagir Sidomukti, Wonokromo, salah satu penerima bantuan merupakan warga lanjut usia yang masih bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Polrestabes Surabaya menyiapkan tiga kendaraan pengangkut bantuan. Setiap kendaraan membawa 50 paket sembako untuk didistribusikan di masing-masing lokasi.
Bantuan tersebut berisi kebutuhan bahan pokok penting, antara lain beras dan gula, yang diharapkan dapat membantu meringankan sebagian kebutuhan rumah tangga masyarakat penerima.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian nyata Polri.
Menurutnya, pelayanan kepolisian diharapkan tidak berhenti pada aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
«“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kepolisian tidak sebatas penegakan hukum, melainkan juga hadir memberikan kemanfaatan ekonomi bagi kehidupan sehari-hari warga yang kurang mampu,” ujar AKP Hadi Ismanto, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Polda Jatim.»
Selain menyerahkan paket sembako, kegiatan tersebut dimanfaatkan personel kepolisian untuk berdialog secara langsung dengan warga.
Dalam pertemuan tersebut, personel tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga mendengarkan keluh kesah masyarakat serta menyerap aspirasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di lingkungan setempat.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat. Polisi dapat mengetahui secara langsung kondisi warga, sementara masyarakat memiliki kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Program Luthfie.Daily Berbagi bukan merupakan kegiatan sosial yang baru dilakukan. Pada Agustus 2026, kegiatan serupa juga menyasar warga di kawasan Jalan Gubeng Masjid Gang 2, Kecamatan Tambaksari.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolrestabes Surabaya bersama jajaran Sat Binmas dan pejabat utama Polrestabes Surabaya turun langsung membagikan bantuan kebutuhan pokok kepada warga. Sejumlah penerima yang diberitakan antara lain pedagang makanan, pedagang sayur, serta seorang tukang becak.
Kegiatan tersebut menunjukkan pola yang sama, yakni bantuan diberikan dengan mendatangi langsung warga di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kegiatan berbagi sembako tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan pelayanan kepolisian yang mengedepankan sisi humanis.
Bantuan kebutuhan pokok memang tidak serta-merta menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat. Namun, bagi warga yang sedang menghadapi keterbatasan, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung sekaligus menjadi bentuk perhatian dari aparat kepolisian.
Polrestabes Surabaya berharap konsistensi program Luthfie.Daily Berbagi dapat memperkuat kedekatan antara polisi dan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Melalui kegiatan sosial tersebut, kepolisian juga ingin membangun semangat gotong royong dan kepedulian bersama sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat antara aparat keamanan dengan masyarakat.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk bahwa pelayanan publik tidak semata-mata berkaitan dengan penanganan tindak pidana.
Dalam kegiatan Luthfie.Daily Berbagi, personel Polrestabes Surabaya berupaya hadir langsung, melihat kondisi masyarakat, berkomunikasi dengan warga, sekaligus memberikan bantuan sesuai kemampuan yang tersedia.
Pendekatan semacam ini diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih terbuka. Masyarakat tidak hanya melihat polisi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan sosial yang siap mendengar dan membantu ketika masyarakat menghadapi persoalan.
Dengan penyaluran 150 paket sembako di tiga wilayah Surabaya, program Luthfie.Daily Berbagi kembali menegaskan komitmen jajaran Polrestabes Surabaya untuk memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Ke depan, kegiatan sosial tersebut diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan, sekaligus menjadi sarana mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga Kota Surabaya tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif.(Ard)
Editor : Redaksi