Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin,Resmikan jembatan Perintis Garuda di desa Genjeng,Loceret,Nganjuk

Reporter : Redaksi
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin bersama gubernur Jawa Timur Resmikan jembatan Perintis Garuda di desa Genjeng,Loceret,Nganjuk.

Semerusatunews.net, Jawatimur – Kehadiran Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, menjadi angin segar bagi masyarakat. Pasalnya, jembatan yang diresmikan langsung oleh Presiden secara virtual membantu masyarakat dalam menghadapi keterbatasan akses antar wilayah.

 

Baca juga: Komandan Pussiberad Berikan Kuliah Umum di STHM, Bahas Peran Strategis Sarjana Hukum di Era Perang Kognitif dan Ancaman

Peresmian itu berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin.

 

Khofifah menilai keberadaan jembatan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi penghubung bagi masyarakat di 40 desa yang berada di wilayah Kecamatan Pace dan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

 

Dengan panjang 18 meter dan lebar 1,8 meter, jembatan ini mampu menopang kendaraan dengan kapasitas maksimal 3,5 ton. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar tidak hanya menghadirkan kemudahan transportasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa. Akses yang semakin terbuka akan memperlancar distribusi hasil pertanian, peternakan, serta berbagai produk usaha masyarakat.

 

Khofifah menyebut, di Jawa Timur sendiri telah terbangun sebanyak 270 Jembatan Perintis Garuda. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah, khususnya daerah pedesaan dan kawasan yang sebelumnya sulit dijangkau.

 

“Ketika akses antarwilayah semakin terbuka, maka mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi juga semakin bergerak. Ini tentu akan mengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan hingga daerah terpencil,” katanya.

 

Selain jembatan, Khofifah juga mengapresiasi pembangunan sumber air bersih oleh TNI AD. Dari 3.000 titik sumber air bersih yang dibangun secara nasional, sebanyak 81 titik berada di Jawa Timur.

 

Program tersebut dinilai penting mengingat sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau dan berpotensi mengalami kekurangan air bersih.

 

“Kami bersyukur karena di tengah masuknya musim kemarau di berbagai daerah di Jawa Timur, pemerintah bersama TNI hadir membangun sumber-sumber air bersih. Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.(Red)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru