Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono membuka ruang dialog dengan serikat pekerja

Reporter : Redaksi

Surabaya - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono membuka ruang dialog dengan serikat pekerja untuk membahas persoalan ketenagakerjaan dan mengawal aspirasi buruh di Jawa Timur.

 

Baca juga: Kapolres Lamongan Gandeng Penggiat Medsos Bangun Ruang Digital Aman dan Nyaman

“Keberadaan serikat pekerja sangat penting karena pekerja memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa. Lewat program Poliran, kami ingin memastikan roda industri tetap berputar kondusif sehingga lapangan kerja bagi masyarakat, termasuk sektor linting manual, tetap terjaga,” ujar Dekananto saat bersilaturahmi ke Kantor Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (AGN) Jawa Timur, Rabu.

 

Dekananto mengatakan Polda Jatim berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), yang merupakan program prioritas Kapolri.

 

Ia menegaskan pekerja yang menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan tidak boleh dipandang sebagai lawan. Aspirasi buruh perlu direspons secara humanis melalui dialog terbuka agar persoalan ketenagakerjaan dapat dibahas bersama.

 

 

Baca juga: Polres Ponorogo Gelar Rakor Pengamanan Haul H.R. Djimat Hendro Soewarno 2026, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

 

Untuk memperkuat komunikasi, Dekananto merencanakan pertemuan bulanan bagi para kepala kepolisian resor (kapolres) dengan serikat pekerja di wilayah masing-masing melalui kegiatan informal.

 

Melalui program Poliran, Polda Jatim juga berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif agar perusahaan padat karya, seperti Sampoerna, dapat terus beroperasi tanpa mengurangi jumlah pekerja.

Baca juga: Aksi Nyata Polres Lamongan Lindungi Pelajar, Satgas Polisi Jogo Sekolah Mulai Bergerak

 

Sementara itu, Ketua KSPSI AGN Jawa Timur Ahmad Fauzi mengapresiasi kunjungan Kapolda Jatim dan perhatiannya terhadap persoalan pengangguran serta ketenagakerjaan.

 

“Hubungan baik ini penting agar setiap persoalan buruh dan stabilitas dunia usaha dapat dicarikan jalan keluar bersama melalui dialog konstruktif,” kata Ahmad

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru